ArtikelIbunda Para Imam

Kisah Rasulullah & Hasan Husain

Ibunda Para Imam

Dari Buraidah al-Aslami ra., ia berkata:
“Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang berkhutbah di hadapan kami, lalu datang Hasan dan Husain, keduanya mengenakan gamis berwarna merah dan keduanya berjalan lalu
kemudian jatuh tergelincir. Rasulullah Saw. turun dari mimbar, kemudian membawa dan meletakkan keduanya di hadapannya seraya berkata: “Maha benar Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya
harta-harta kalian dan anak-anak kalian itu menjadi ujian (QS. Al-Kahfi:46). Aku melihat dua anak kecil ini yang sedang berjalan lalu jatuh tergelincir, maka aku tidar sabar hingga aku harus memotong pembicaraanku untuk mengangkat keduanya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, an-Nasai dan al-Baihaqi)

Dari Syaddan Al-Laitsi radhiyallahuanhu berkata:
“Rasulullah ? keluar untuk shalat di siang hari entah dzhuhur atau ashar, sambil menggendong salah satu cucu beliau, entah Hasan atau Husain.
Ketika sujud, beliau melakukannya panjang sekali. Lalu aku mengangkat kepalaku, ternyata ada anak kecil berada di atas punggung beliau SAW. Maka Aku kembali sujud. Ketika Rasulullah
SAW telah selesai shalat, orang-orang bertanya,”Ya Rasulullah, Anda sujud lama sekali hingga kami mengira sesuatu telah terjadi atau turun wahyu”. Beliau SAW menjawab,”Semua itu tidak terjadi, tetapi anakku (cucuku) ini menunggangi aku, dan aku tidak ingin terburuburu agar dia puas bermain. (HR. Ahmad, An-Nasai dan Al-Hakim)

Catatan Pribadi ———-
(pemahaman pribadi) ini dinukil oleh Ustadz Zulfahmie untuk menjadi teladan bagi para ummahat bahwa, pribadi khusyu’ itu adalah orang yang sangat peduli dan sadar atas apa yang terjadi pada dirinya, lingkungannya serta situasi yang ada saat itu.
(pemahaman pribadi): maka sebagai ibu pejuang, tentu ibunda tidak fokus (khusyu’) pada dirinya sendiri. Namun juga, memperhatikan putra-putrinya sebagai tonggak perjuangan peradaban Islam.
Bagaimana cara menjadi ibu pejuang peradaban Islam? Maka kita harus berkaca pada Qur’an, Hadits, Siroh Nabawiyah dan sejarah peradaban Islam.

Ditulis Oleh : Ust. Ahmad Zulfahmie

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close