ArtikelIbunda Para Imam

Penghulu-Penghulu Wanita di Surga

Ibunda Para Imam

  1. Maryam binti Imran, ibunda Nabi Isa ‘alaihi salaam
  2. Fathimah binti Rasulullah SAW
  3. Khadijah binti Kuwailid, isteri pertama Rasulullah SAW
  4. Asiyah isteri Fir’aun. Beliau merupakan sosok penyabar dan pejuang di sisi Fir’aun yang dzolim. Tak hanya beriman secara pribadi, Asiyah juga mengajarkan tauhid (dakwah) kepada Mashitoh, dayang kepercayaannya.

Sementara isteri-isteri Rasulullah yang lain memiliki keutamaan berlainan. Kalau kita memotret tipe wanita dalam Qur’an dan hadits, maka Ustadz Zulfahmie menganalisis bahwa, terdapat 4 jenis kaum wanita:

1. Gadis-gadis suci –> Maryam ‘alaiha salaam, sebagaimana para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu).” (QS. Ali ‘Imran:42)
2. Janda tapi suci –> Khadijah dan semua isteri Rasulullah dilarang untuk dinikahi sesudah Nabi wafat (QS. Al Ahzab:53).
Selain itu, meski secara statistik menurut Dr. Ahmad Luthfi Fathullah bahwa, “rata-rata isteri Rasul itu usianya di atas 5o tahun saat dinikahi, mereka memiliki keutamaan.”

Sebagai contoh ibunda Khadijah adalah seorang janda yang memiliki 2 mantan suami, namun beliau merupakan janda suci, bahkan anaknya, Abu Halah At Tamimi begitu dekat dengan Rasul, ayah tirinya . Secara terminologi, yang dimaksud janda suci disini adalah janda yang suci iman dan hatinya (juga akhlaknya). Maasyaa Allah.

3. Wanita pengkhianat –> Salah seorang isteri Nabi Nuh ‘alaihi salaam. Beliau memiliki isteri lebih dari 1 dan memiliki 3 anak dari beberapa isteri. Namun, tidak semua isterinya shalihah. Dalam 950 tahun perjalanan dakwah beliau, isterinya malah menjadi corong pengkhianatan dakwah. Coba bayangkan kekuatan kesabaran Nabi Nuh bisa satu ranjang dengan isterinya yang khianat! Subhanallah. Namun, kisah inilah yang kelak menjadi hiburan dari Allah untuk Rasulullah, sampai-sampai terdapat lebih dari 40 ayat diabadikan dalam Al-Qur’an.

4. Wanita penggoda, atau istilah kekinian disebut “pelakor” –>
Isteri Al-Aziz yang menggoda Nabi Yusuf ‘alaihi salaam (QS.Yusuf:23). Kata “haitalaka” yang berarti “(sini) mendekatlah padaku” tentu bukan kata panggilan biasa, ini bias menciptakan
efek “merinding” pada Yusuf. Namun, bersebab keimanan dan kesabaran yang kokoh, Nabi Yusuf malah berkata, “Aku berlindung kepada Allah, [dan pandai berterima kasih] sungguh,tuanku [Al-Aziz] telah memperlakukan aku dengan baik.” [Tabaarakallah, inilah sosok pemuda kuat iman yang tak luluh dengan godaan wanita.]

ditulis oleh Ust. Ahmad Zulfahmie

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close